Kamis 18/2 Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten menggelar Rapat kerja bidang PMR dan relawan dan pelatihan singkat database relawan PMI yang dihadiri staf PMI Cabang Kabupaten Kota se-Banten bertempat di Markas Daerah Provinsi Banten kegiatan tersebut dibuka oleh Drs H Irman Ediana, Sekretaris PMI Daerah Banten

Adapun tujuan dari kegiatan tersbut adalah dalam rangka peningkatan kapasitas dan penyeragaman pemahaman staf markas cabang bidang pembinaan dan pengembangan PMR dan Relawan. narasumber dari PMI Pusat dan Daerah Banten

Banyak cara untuk membina dan mengembangkan PMR, namun yang paling penting dalam proses pembinaan dan pengembangan PMR adalah PMI dan Remaja saling memahami dan menghargai harapan-harapan kedua belah pihak. Para remaja bergabung dalam PMI karena berbagai motivasi dan harapan, namun PMI mempunyai anggota PMR untuk satu harapan – kebutuhan akan SDM (Sumber Daya Manusia) berkualitas untuk melaksanakan dan meningkatkan kualitas kegiatan-kegiatan kemanusiaan,  mempromosikan 7 prinsip Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (PM/BSM), dan mengembangkan kapasitas organisasi PMI.

Read the rest of this entry »

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Banten, Hj. Ratu Tatu Chasanah, SE, Rabu (20/1) melantik pengurus PMI Cabang Kabupaten Tangerang periode 2009-2014, di Pendopo Pemkab Tangerang. Acara pelantikan tersebut dihadiri Wakil Bupati Tangerang, H. Rano Karno,  Muspida, Ketua PMI Kota Tangerang, H. Muharam, Ketua PMI Kota Tangerang Selatan, Hj. Airin Rachmi Diani serta 29 PMI Ranting dan dari beberapa SKPD di lingkungan Pemkab Tangerang.

Dalam sambutannya, Hj. Tatu menyatakan, PMI Kabupaten Tangerang merupakan cabang yang sangat baik dalam pelaksanaan kegiatan kepalangmerahan. Hal tersebut tentu saja, berkat kerja keras semua pihak, khususnya di jajaran pengurus-pengurusnya juga staf dan seluruh relawan (KSR & TSR) dalam  menyebarluaskan dan menjalankan misi-misi kemanusiaan kepada masyarakatnya.

“Keberhasilan ini juga tidak lepas kaitannya dari dukungan penuh pemerintah dan masyarakat Kabupaten Tangerang. Atas dasar itulah, kami dari jajaran Pengurus PMI Daerah Banten menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pengurus, staf, relawan PMI Kabupaten Tangerang, khususnya pula kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang dan seluruh masyarakat di sini atas dukungan dan peran sertanya pada kegiatan kemanusiaan dalam upaya membantu meringankan beban penderitaan masyarakat, salah satunya akibat bencana alam,” tuturnya.

Read the rest of this entry »

JAKARTA (SI) – Masyarakat agar tidak merisaukan peringatan ilmuwan Eropa bahwa akan terjadi gempa disertai tsunami di pantai barat Sumatera.

Peringatan itu tidak bisa dijadikan pegangan karena sejauh ini belum ada teknologi yang bisa memprediksi gempa. Menurut Kepala Subbidang Informasi Gempa Bumi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono,peringatan ilmuwan itu sebaiknya dijadikan acuan agar selalu waspada terhadap ancaman musibah gempa.

“Sikapi dengan bijak, seperti membuat bangunan tahan gempa dan menjaga peralatan peringatan dini tsunami,” kata Rahmat kepada harian Seputar Indonesiakemarin. Posisi Indonesia yang dilalui tiga lempeng tektonik besar, lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan lempeng Pasifik, diakuinya rawan gempa.Namun,lokasi-lokasi rawan di mana ketiga lempeng tektonik tersebut bertemu bisa dipetakan, seperti Padang,Aceh, Maluku, Sulawesi, selatan Jawa,dan Papua. Berbeda dengan gempa, ujar Rahmat,tsunami justru bisa diprediksi. Wilayah episentrum gempa Indonesia yang dekat dengan pantai memudahkan untuk memprediksi tsunami.

“Peringatan tsunami akan menyelamatkan masyarakat,” terang Rahmat. Peringatan adanya gempa disusul tsunami disampaikan tim ahli seismologi, seperti dilansir kantor berita AFP Senin (18/1/2010). Peringatan itu dituangkan dalam surat untuk jurnal Nature Geoscience.Dalam peringatan itu,mereka menulis ancamangempabesardipantaibarat Sumatra yang setara kekuatannya dengan gempa Padang tahun lalu. Gubernur Sumatera Barat Marlis Rahman mengimbau warganya tidak resah dalam menyikapi isu akan terjadinya gempa yang diramalkan berkekuatan 8,5 skala Richter itu.“Kita imbau masyarakat jangan terlalu percaya dengan adanya isu gempa besar yang diperkirakan ahli barat tersebut.

Read the rest of this entry »

Para ilmuwan itu tidak memberikan informasi kapan waktu terjadi gempa, tetapi mereka memperingatkan gempa berdampak tsunami itu sama bahaya dengan gempa Padang tahun lalu. “Ancaman itu sangat jelas dan membutuhkan aksi mitigasi bencana yang sangat diperlukan,” kata para ilmuwan tersebut. Peringatan dari para pakar itu ditulis melalui surat yang dikirimkan ke jurnal terkemuka Nature Geoscience. Para ilmuwan itu dipimpin John McCloskey, seorang profesor Institut Penelitian Ilmu Lingkungan dari Universita Ulster, Irlandia Utara.

Para ahli menyebut,bahaya gempa itu datang dari bertambahnya tekanan terus-menerus selama dua abad di bagian paparan Sunda.Paparan Sunda merupakan salah satu zona gempa paling berbahaya di dunia yang membentang sepanjang perairan Sumatera bagian barat. Termasuk bagian itu adalah Kepulauan Mentawai yang berada “di ambang kerusakan”,demikian diperingatkan para ilmuwan.“Ancaman gempa yang dapat menimbulkan tsunami berkekuatan besar dengan 8,5 Skala Richter (SR) di Mentawai tidak dapat didebat.

Ada potensi korban jiwa sama besarnya dengan tsunami Samudra Hindia pada 2004,” demikian pernyataan mereka. Dia pun menyarankan pemerintah di beberapa negara untuk menyiapkan segala situasi menghadapi bencana itu. Prediksi memang jarang sekali tepat dalam dunia ilmu gempa bumi. Kemampuan untuk mengatakan kapan gempa bumi akan terjadi sangat sulit diterka. Namun, McCloskey pernah membuktikan prediksinya benar. Pada pertengahan Maret 2005 dia pernah mengungkapkan peringatan serupa. Lalu, pada 28 Maret 2005, sebuah gempa bumi berkekuatan 8,6 SR menggoyang Pulau Simeuleu dan memicu gelombang tsunami setinggi 3 meter.

Read the rest of this entry »