Stok Darah Dalam Kondisi Kritis
Sejak akhir Desember 2009, stok darah O, A dan B, masing-masing delapan kantong. Bahkan golongan darah AB stoknya habis. Semestinya, stok ideal masing-masing golongan darah antara 20 sampai 30 kantong untuk waktu sebulan.
“Diperkirakan kondisi ini akan terjadi sampai akhir Januari karena sebagian besar pendonor rutin banyak yang sedang melakukan aktivitas bersama keluarga, seperti berlibur,” jelas Sri Hastuti, Tenaga Teknis UTD PMI Serang, di ruang kerjanya, Rabu (13/1).
Diakui Sri, pada awal tahun stok darah di PMI selalu kekurangan dan mulai normal kembali setelah memasuki bulan kedua. Mengantisipasi permintaan darah yang tinggi, Sri sudah melakukan beberapa langkah cepat. Salah satunya menggunakan sistem donor pengganti yaitu darah yang diambil merupakan darah dari anggota keluarga yang membutuhkan darah, khususnya golongan darah AB.
“Dengan kondisi ini, kemungkinan besar stok darah hanya bisa melayani untuk beberapa hari. Sebab itu kami memberikan saran kepada anggota keluarga yang membutuhkan tambahan darah bisa mengambil dari anggota keluarga yang lain. Kami yang akan bertugas mengecek dan mengambil darah sesuai kebutuhan,” terangnya.
Sampai saat ini, anggota tetap pendonor rutin di UTD PMI Serang ada sekitar 800 sampai 1.000 orang. Dengan rata-rata pendonor setiap bulan lebih dari 500 orang, baik yang berasal dari anggota tetap maupun pendonor baru. “Untuk anggota, idealnya melakukan donor darah adalah tiga bulan sekali. Dengan kondisi fisik dan darah yang baik, setelah dilakukan pemeriksaan,” pungkasnya. (bon)
Sumber : Harian Radar Banten Jumat 15/I
